Wall Street Melemah, Pasar Khawatir The Fed Naikkan Suku Bunga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indeks utama Wall Street melemah pada Kamis (10/9), dengan S&P 500 turun 0,58%, Nasdaq 0,65%, dan Dow Jones 0,60%. Penurunan ini dipicu oleh rilis data harga produsen (PPI) Agustus dan lonjakan harga minyak Brent sebesar 6% menjadi USD 107 per barel akibat konflik AS-Israel dengan Iran. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Fed pada 16 September menjadi 70%.
Kenaikan imbal hasil Treasury AS pada berbagai tenor turut menekan pasar saham karena meningkatkan biaya operasional bisnis dan menurunkan valuasi. Sektor teknologi terdampak signifikan dengan penurunan saham Nvidia (2,3%) dan Micron Technology (4,7%), meskipun saham Apple justru naik 3,6% setelah peluncuran iPhone baru. S&P 500 kini tercatat turun 2% dalam empat sesi perdagangan terakhir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 11 September 2026 pukul 07.30
2 Sentimen Pengaruhi Rupiah Melemah ke Rp 17.590 terhadap Dolar AS Hari Ini
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 07.29
Harga Emas Hari Ini Tergelincir Setelah Rilis Data Inflasi AS
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 08.53
IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways di Kisaran 6.600-6.700
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 07.20
Harga Emas Tembus US$ 4.400, Pasar Menanti Data Inflasi AS
Berita terkait
Investor Cermati Potensi Kenaikan Suku Bunga, Wall Street Ditutup Melemah
kumparan · 1 September 2026 pukul 06.00
Wall Street Ditutup Melemah, Harga Minyak Tembus USD 100 per Barel
kumparan · 10 September 2026 pukul 06.35
The Fed Akan Pertahankan Suku Bunga, Wall Street Menguat di Atas 1 Persen
kumparan · 4 September 2026 pukul 06.21
Wall Street Ditutup Melemah Usai The Fed Komitmen Tekan Inflasi
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 06.00