Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Wamenkeu Beberkan Arah APBN 2027, Defisit Turun Jadi 2,4%

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan APBN 2027 dirancang untuk memacu pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dengan defisit turun menjadi 2,4% dari PDB, lebih rendah daripada 2026 sebesar 2,85%. Pemerintah fokus pada tiga peran utama: meningkatkan pertumbuhan ekonomi, melindungi kelompok rentan, dan mengakselerasi transformasi ekonomi nasional. Indikator ekonomi 2026 tetap solid dengan inflasi 3,28%, pertumbuhan kredit 13,5%, dan PMI manufaktur 52,4. Kolaborasi antar sektor diperlukan termasuk konsumsi, investasi, ekspor, dan dukungan moneter. Sektor prioritas meliputi pangan, energi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, dan pengetasan kemiskinan. Pemerintah memperluas basis pajak dengan teknologi dan memperbaiki tata kelola PNBP. Ancaman global seperti geopolitik dan inflasi tinggi menjadi tantangan. Target pertumbuhan 8% ingin dicapai dalam 10-15 tahir untuk memanfaatkan bonus demografi sebelum fase penuaan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait