Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Wamenkeu: RAPBN 2027 utamakan peningkatan kualitas anggaran

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dirancang dengan mengutamakan peningkatan kualitas anggaran. Pemerintah menargetkan defisit sebesar 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) sebagai bagian upaya menjaga kesehatan fiskal dan meningkatkan kualitas APBN.

Pendapatan negara pada RAPBN 2027 ditargetkan mencapai Rp3.426 triliun, naik 6,8 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp3.208,1 triliun. Termasuk dalamnya, penerimaan perpajakan ditargetkan mencapai Rp2.908 triliun, atau tumbuh 10,5 persen dari proyeksi APBN 2026 yang diperkirakan mencapai Rp2.631,4 triliun. Wamenkeu menilai pertumbuhan pajak ini baik untuk standar Indonesia, mengingat proyeksi pertumbuhan ekonomi 6 persen dan inflasi 3 persen.

Belanja negara direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, naik 3,9 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp3.942,4 triliun. Pemerintah akan mendorong efisiensi belanja sambil memastikan kebutuhan prioritas masyarakat terpenuhi. Transfer ke daerah (TKD) ditargetkan mencapai Rp735 triliun, naik 5,5 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp696,9 triliun.

Berita terkait