Wamenkeu: RAPBN 2027 utamakan peningkatan kualitas anggaran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dirancang dengan mengutamakan peningkatan kualitas anggaran. Pemerintah menargetkan defisit sebesar 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) sebagai bagian upaya menjaga kesehatan fiskal dan meningkatkan kualitas APBN.
Pendapatan negara pada RAPBN 2027 ditargetkan mencapai Rp3.426 triliun, naik 6,8 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp3.208,1 triliun. Termasuk dalamnya, penerimaan perpajakan ditargetkan mencapai Rp2.908 triliun, atau tumbuh 10,5 persen dari proyeksi APBN 2026 yang diperkirakan mencapai Rp2.631,4 triliun. Wamenkeu menilai pertumbuhan pajak ini baik untuk standar Indonesia, mengingat proyeksi pertumbuhan ekonomi 6 persen dan inflasi 3 persen.
Belanja negara direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, naik 3,9 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp3.942,4 triliun. Pemerintah akan mendorong efisiensi belanja sambil memastikan kebutuhan prioritas masyarakat terpenuhi. Transfer ke daerah (TKD) ditargetkan mencapai Rp735 triliun, naik 5,5 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp696,9 triliun.
Bagikan
Berita terkait
Di Depan DPR, Purbaya Pastikan RAPBN 2027 Dijaga Prudent dan Sustainable: Defisit 2,40%
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 18.35
Belanja Negara 2027 Meledak ke Rp4.097 Triliun, Ini yang Bakal Dibiayai Pemerintah
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 16.33
Belanja RAPBN 2027 Tembus Rp 4.097 T, Banggar Ingatkan Pajak Tak Bebani Rakyat
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 14.35
Belanja Negara 2027 Bakal Lebih Selektif, Purbaya Ungkap Program yang Jadi Prioritas
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 13.57