Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Warga RI Doyan Pakai Paylater, Ini Buktinya

Penggunaan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater di Indonesia terus meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat baki debet paylater perbankan hingga Juni 2026 mencapai Rp 30,71 triliun dengan pertumbuhan 33,54% year-on-year. Jumlah rekening paylater perbankan juga mencapai 32,8 juta rekening dengan rata-rata baki debet sekitar Rp 940 ribu per rekening. Meski terus bertumbuh, porsi paylater terhadap total kredit perbankan masih relatif kecil, yakni hanya 0,34%.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi proses persetujuan membuat paylater semakin diminati masyarakat sebagai alternatif pembiayaan konsumtif dibandingkan kartu kredit. Ia menambahkan bahwa perilaku konsumsi generasi muda menunjukkan kecenderungan menjadikan cicilan berbunga jangka pendek sebagai bagian dari gaya hidup.

Dari sisi kualitas pembiayaan, risiko kredit paylater perbankan masih terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 2,36%, turun dari 2,50% pada Mei 2026. Pertumbuhan baki debet paylater didorong terutama oleh bank KBMI 1 dan KBMI 3 yang mampu mencatat pertumbuhan double digit. Namun laju pertumbuhan sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 37,72%.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait