Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Utang Paylater di Bank Tembus Rp30,71 Triliun, Rata-rata per Rekening Rp940.000

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat baki debet pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater di industri perbankan Indonesia mencapai Rp30,71 triliun hingga Juni 2026. Jumlah rekening paylater menembus 32,80 juta dengan rata-rata baki debet sekitar Rp940.000 per rekening. Pertumbuhan baki debet tersebut mencapai 33,54% secara year on year, meski sedikit melambat dibanding Mei 2026 yang sebesar 37,72%.

Kontribusi paylater terhadap total kredit perbankan nasional masih relatif kecil, yakni sekitar 0,34%. Pertumbuhan pembiayaan ini terutama ditopang oleh bank kelompok KBMI 1 dan KBMI 3 yang masih mencatat pertumbuhan dua digit. Dari sisi kualitas aset, profil risiko kredit paylater membaik dengan rasio non-performing loan (NPL) turun menjadi 2,36% pada Juni 2026 dari 2,50% pada Mei 2026.

OJK menilai bisnis paylater masih memiliki prospek baik seiring pesatnya perkembangan ekonomi digital. Perkembangan ini didorong oleh ekosistem ekonomi digital yang semakin luas, kemudahan akses melalui platform fintech dan e-commerce, serta proses persetujuan pembiayaan yang cepat dengan analisis kredit berbasis data.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait