Warga RI Keluar Uang Rp100 Triliun untuk Berobat, Ciputra Life Siap Garap Peluang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mengidentifikasi potensi pasar asuransi kesehatan yang besar di Indonesia, dengan biaya pengobatan yang masih ditanggung masyarakat secara langsung (out-of-pocket) mencapai lebih dari Rp100 triliun. Direktur Utama Ciputra Life, Hengky Djojosantoso, menyampaikan hal ini dalam Konferensi Pers di Jakarta pada 21 Agustus 2026, menekankan bahwa besarnya biaya kesehatan yang belum terjamin menjadi peluang bagi industri asuransi untuk berkembang. Namun, ia menegaskan bahwa perluasan pasar ini membutuhkan kolaborasi erat antara perusahaan asuransi, klien, fasilitas kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya. Digitalisasi layanan kesehatan melalui sistem Satu Sehat juga diharapkan meningkatkan efisiensi pengelolaan data dan klaim.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti beberapa tantangan dalam pengembangan pasar asuransi kesehatan, termasuk inflasi medis dan ketidakpastian ekonomi yang masih mempengaruhi akses masyarakat terhadap perlindungan kesehatan. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian OJK, Ogi Prastomiyono, menyatakan bahwa keterjangkauan perlindungan tidak hanya bergantung pada harga premi, tetapi juga pada keberlanjutan industri dalam memberikan manfaat kepada pemegang polis. Untuk menjaga keseimbangan ini, OJK telah menerbitkan POJK Nomor 36 Tahun 2025 yang mengatur penguatan tata kelola produk asuransi kesehatan, termasuk manajemen risiko, pengendalian biaya, dan penetapan premi berdasarkan profil risiko yang didukung perhitungan aktuaria.
Bagikan
Berita terkait
Biaya Pengobatan Naik, Prudential Ingatkan soal Risiko Finansial
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 18.31
Bayar RS Bisa Pakai BPJS Kesehatan dan Asuransi Swasta, Ini Caranya
CNBC Indonesia · 20 September 2026 pukul 15.30
OJK Kejar KAPJ, Semua Perusahaan Asuransi Ditargetkan Terintegrasi 2026
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 13.31
OJK targetkan integrasi ekosistem asuransi kesehatan akhir 2026
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 16.48