Warren Buffett Ingin Anda Berhenti Lakukan 5 Hal Ini Terkait Uang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3546287/original/014896100_1629449459-Warren.jpg)
Warren Buffett, chairman Berkshire Hathaway, memberikan lima nasihat keuangan penting untuk menjaga dan menumbuhkan kekayaan. Pertama, Buffett menyarankan menghindari penggunaan kartu kredit karena suku bunga tinggi yang dapat mencapai 18%-20%, yang berpotensi menyebabkan bangkrut. Dia juga menekankan pentingnya tidak membawa uang tunai untuk melatih disiplin pengeluaran dan menjaga likuiditas sebagai 'dry powder' untuk peluang investasi di masa depan. Buffett menyimpan setidaknya US$20 miliar dalam bentuk tunai untuk persiapan likuiditas.
Kedua, Buffett mendorong investasi hanya pada perusahaan yang dimengerti dan model bisnisnya masuk akal, sejalan dengan prinsip 'investasi sesuai dengan area kompetensi'. Awalnya ragu terhadap sektor teknologi, Buffett kemudian belajar dan berinvestasi di perusahaan seperti Apple, IBM, dan Amazon setelah memahami model bisnisnya.
Ketiga, Buffett menekankan pentingnya literasi keuangan dan perencanaan jangka panjang. Menjual aset saat pasar lesu dapat menyebabkan kehilangan peluang keuntungan di masa depan. Buffett menyatakan bahwa periode kepemilikan favoritnya adalah 'selamanya' dan menyarankan untuk 'jadi takut ketika orang lain serakah, dan jadilah serakah ketika orang lain takut.'
Terakhir, Buffett menekankan pentingnya tidak merencanakan untuk jangka pendek dan menjauh dari emosi dalam investasi. Dengan pendekatan jangka panjang, investor dapat memanfaatkan manfaat bunga majemuk dan menghindari keputusan yang merugikan akibat reaksi emosional terhadap fluktuasi pasar.
Bagikan
Berita terkait
7 Upaya yang Harus Dipersiapkan Jika Terjadi Resesi Ekonomi
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 10.59
Harga Patokan Ekspor Emas Naik 0,65%, Ini Pemicunya
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 21.00
BI Resmikan Kartu Kredit Indonesia, Tak Lagi Cuma Andalkan Visa Cs
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 21.00
Menperin: Industri Manufaktur Sumbang 18% PDB, Bantah RI Deindustrialisasi
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 20.03