WRI Soroti Tantangan Industri Hijau, dari Tailing Nikel hingga EUDR
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia berada di persimpangan jalan kritis dalam transformasi ke ekonomi hijau, khususnya pada hilirisasi nikel sebagai komoditas transisi energi. Namun, pertumbuhan industri ini menimbulkan tantangan lingkungan yang serius. World Resources Institute (WRI) Indonesia menyoroti risiko limbah dari pembuatan nikel menggunakan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL). Analisis Energy Shift Institute (ESI) memperkirakan fasilitas HPAL di Indonesia dapat menghasilkan sekitar 1,4 miliar ton tailing berbahaya hingga 2035, atau sekitar sepuluh kali lipat dari volume saat ini. WRI menekankan perlunya tata kelola tailing yang kuat, terutama mengingat geografi Indonesia yang memiliki curah hujan tinggi dan aktivitas seismik, yang meningkatkan kompleksitas pengelolaan limbah tersebut.
Bagikan
Berita terkait
Bocoran Istana: Sawit hingga Nikel Bakal Masuk Bursa Mineral
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.54
Pemerintah Siapkan Icomex, Harga CPO hingga Nikel Ingin Lebih Ditentukan Indonesia
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 10.56
Eddy Soeparno: Ekonomi Karbon Harus Menjadi Mesin Pertumbuhan Baru RI
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 14.17
Kadin Jabar Dorong Ekosistem Molinas Perkuat Industri Kendaraan Listrik
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 13.38