WRI Soroti Tantangan Industri Hijau, dari Tailing Nikel hingga EUDR
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia berada di persimpangan jalan kritis dalam transformasi ke ekonomi hijau, khususnya pada hilirisasi nikel sebagai komoditas transisi energi. Namun, pertumbuhan industri ini menimbulkan tantangan lingkungan yang serius. World Resources Institute (WRI) Indonesia menyoroti risiko limbah dari pembuatan nikel menggunakan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL). Analisis Energy Shift Institute (ESI) memperkirakan fasilitas HPAL di Indonesia dapat menghasilkan sekitar 1,4 miliar ton tailing berbahaya hingga 2035, atau sekitar sepuluh kali lipat dari volume saat ini. WRI menekankan perlunya tata kelola tailing yang kuat, terutama mengingat geografi Indonesia yang memiliki curah hujan tinggi dan aktivitas seismik, yang meningkatkan kompleksitas pengelolaan limbah tersebut.
Bagikan
Berita terkait
Airlangga Ungkap Ekonomi Hijau Bisa Serap 5,3 Juta Pekerja di 2029
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 04.45
Tingkatkan Daya Saing, INALUM Kenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 18.51
Airlangga: Ekonomi Hijau Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2-3%
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 18.15
Eks Pejabatnya Jadi Tersangka Kasus Korupsi Nikel, ESDM Buka Suara
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 17.50