Xi Jinping Bertemu 'Cepat' Presiden Iran, China Tak Berani Banyak Publikasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden China Xi Jinping bertemu singkat dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela KTT SCO di Kirgistan pada 2 September 2026. Pertemuan yang berlangsung beberapa menit ini tidak mendapat liputan luas dari media nasional China, berbeda dengan pertemuan Xi dengan pemimpin Rusia dan India. Analis menilai pembatasan publikasi ini sebagai bagian dari strategi diplomasi Beijing untuk menjaga jarak dari Iran, terkait rencana kunjungan Xi ke Washington untuk bertemu Presiden AS Donald Trump.
China tetap memiliki kepentingan kuat terhadap Iran, terutama sebagai pembeli minyak terbesar. Namun, impor minyak melalui Selat Hormuz mengalami penurunan akibat eskalasi konflik. China menginginkan penghentian ketegangan militer dan pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut.
KTT SCO mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam serangan militer terhadap Iran dan mendukung hak Iran untuk mengembangkan nuklir sipil. China berupaya mempertahankan saluran komunikasi diplomatik dengan Iran sambil menyeimbangkan tekanan sanksi AS, kepentingan energi nasional, dan pengaruh di negara Global South.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 16.35
Menkeu AS: China Keberatan Soal Ekspor Murah Tak Berkelanjutan
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 09.33
Iran ancam balas serangan AS, puluhan orang tewas dan terluka
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 22.07
Organisasi Kerja Sama Shanghai Kecam Serangan AS-Israel terhadap Iran, Rusia Terus Bela Teheran
Detik.com · 1 September 2026 pukul 04.01
Putin Bertemu Xi Jinping, Rusia Ingin Kerja Sama AI dengan China
Berita terkait
Gawat! Trump Ancam Sanksi Bank China Jelang Xi Jinping ke AS
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 20.00
Dampak Perang, Ekspor China ke Iran Anjlok 52% dalam Tujuh Bulan Pertama 2026
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 21.02
Putin, Xi Jinping, dan Presiden Iran Bertemu di KTT SCO, Bahas Tekanan AS
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 01.12
China Diam-Diam Kuasai Cadangan Minyak Dunia, Buat Apa?
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 18.45