Yen Terpuruk, Jepang Gelontorkan Rp 1.713 Triliun untuk Menahan Kejatuhan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262855/original/080771900_1781850637-YEN_1655100673.jpg)
Otoritas Jepang mengalirkan dana 15,4 triliun yen (Rp 1.713 triliun) untuk menopang yen yang menurun ke level terendah 40 tahun. Intervensi terbesar dalam satu bulan terakhir menekankan upaya menahan laju pelemahan yen yang mengancam profit perusahaan eksportir dan menambah beban impor energi. Kejatan ini diimbangi dengan kebijakan Bank of Japan (BOJ) yang masih lambat, menekan suku bunga rendah dan memicu investor menggunakan yen untuk trading global. Pada 30-31 Juli 2026, Jepang bersama Amerika Serikat dan Bank of Korea melakukan intervensi bersama, membeli yen hingga 9,6 triliun yen pada satu hari. Nilai yen naik dari 163 ke 155,20 pada 3 Agustus, kemudian stabil di sekitar 159,50 sejak 10 Agustus. Federal Reserve menyediakan dukungan likuiditas dolar melalui fasilitas backstop COVID-19, sementara Menteri Keuangan AS berkomitmen mendukung upaya penstabilan yen.
Bagikan
Berita terkait
AS Turun Tangan Selamatkan Yen Jepang, Ada Ancaman Besar Apa?
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 15.40
Yen Tiba-Tiba Melonjak, Pasar Bersiap Hadapi Intervensi Lanjutan
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 11.32
Jepang dan AS Kompak Selamatkan Yen, Intervensi Bersama dalam 15 Tahun
Liputan6.com · 2 Agustus 2026 pukul 22.00
IHSG Dibuka Menguat 0,21% ke Level 6.535, OTW Happy Weekend?
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 09.06