Yield Obligasi RI Naik, Menkeu Tegaskan Beban Utang Aman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kenaikan yield SBN tenor 10 tahun tidak akan mempengaruhi beban utang pemerintah karena akan disettlement bersama Bank Indonesia. Yield SBN 10 tahun naik ke 7,229%, naik 0,83% secara tahunan, pada perdagangan 4 September 2026. Tekanan pasar keuangan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di berbagai negara akibat ketegangan geopolitik di Iran dan inflasi yang mendorong kenaikan harga komoditas.
Di Jepang, yield obligasi pemerintah 10 tahun mencapai 3,001%, level tertinggi sejak September 1996, dan tiga kali lipat dalam dua tahun. Di Eropa, yield Jerman naik ke 3,378%, tertinggi sejak 2011. US Treasury 10 tahun menyentuh 4,814%, tertinggi sejak November 2023, sementara gilts Inggris mencapai 5,25%, level tertinggi sejak krisis 2008.
Purbaya menyatakan otoritas fiskal akan menyesuaikan diri dengan kenaikan yield ini bersama Bank Indonesia untuk memastikan beban utang tetap terkendali. Krisis di Timur Tengah yang belum selesai dan kenaikan harga minyak serta komoditas seperti pupuk menjadi faktor utama mendorong tren kenaikan yield global ini.
Bagikan
Berita terkait
Aturan DHE SDA Dilonggarkan, Cukup Simpan 30% Selama 3 Bulan
Liputan6.com · 30 Agustus 2026 pukul 17.35
Permintaan Renminbi di Pasar RI Setara US$ 38,9 Miliar
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 22.03
BI Prediksi Ekonomi Global Tumbuh 3%
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.57
Rupiah Hari Ini 19 Agustus 2026: Menguat ke Rp17.860
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 10.09