Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

352 Siswa SD di Lombok Tengah Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG, SPPG Di-suspend

352 siswa SD di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Gejala seperti muntah dan pusing muncul sekitar pukul 09.10 WITA, beberapa menit setelah makan disuplai sekitar pukul 08.15 WITA. Para korban dilarikan ke tiga hingga empat Puskesmas: Peringgarata, Mantang, Aik Darek, dan satu puskesmas lain yang belum disebutkan secara eksplisit oleh Detik.com. Satuan Tugas Pengawasan MBG Lombok Tengah sedang memantau kondisi para korban, sebagian besar sudah pulang setelah mendapat penanganan medis.

Satgas menyatakan bahwa mitra Satuan Pengelola Pangan Gratis (SPPG) yang menyalurkan makanan kepada 352 siswa tersebut berpotensi dikenai sanksi suspend atau penutupan sementara. Durasi penangguhan sementara masih menunggu keputusan Badan Guru Nasional (BGN). Kapolresta Lombok Tengah, Kombes Pol Hariyanto, menyampaikan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk menelusuri penyebab pasti keracunan, termasuk pengecekan sampel makanan dan rantai pasok dari SPPG terkait. Penyebab pasti belum dapat dipastikan hingga hasil laboratorium tersedia.

SPPG yang terlibat adalah Lombok Tengah Mekar Bersatu di bawah naungan Yayasan Budi Sain Mangkling. Menu yang dibagikan meliputi nasi, ayam goreng tepung, aneka sayuran, menu cacah, roti canai, dan makanan pelengkap lainnya. Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh pengelola SPPG untuk menjalankan SOP keamanan pangan dengan ketat mulai dari pengolahan hingga distribusi. Ketua Satgas Program MBG NTB, Fathul Gani, menekankan bahwa langkah ini juga bertujuan memulihkan kepercayaan dan kondisi psikologis para penerima manfaat agar tidak traumatik mengonsumsi makanan MBG di lain waktu.

Menurut tiap media