Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

43.805 Pekerja Kena PHK Januari-Juli 2026, Jawa Barat Paling Banyak

Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 43.805 pekerja terkena PHK sepanjang Januari hingga Juli 2026, meningkat 11.416 dari 32.389 pada Januari-Juni 2026. Jawa Barat menjadi provinsi dengan PHK terbanyak, yaitu 8.830 pekerja atau 20,16% dari total nasional, diikuti Jawa Timur (4.781), Banten (4.767), DKI Jakarta (3.190), dan Jawa Tengah (3.074). Data ini tidak mencakup pekerja yang mengundurkan diri, pensiun, cacat total, atau meninggal, dan mengacu pada PP Nomor 6 Tahun 2025 serta Permenaker Nomor 2 Tahun 2025.

Media yang berbeda menyampaikan angka yang tidak selaras. Warta Ekonomi, Detik.com, dan CNBC Indonesia melaporkan 43.805 korban PHK, sementara kumparan, SINDOnews, dan CNN Indonesia menyebutkan sekitar 43.000 korban PHK. Selain itu, Warta Ekonomi dan Detik.com menyatakan bahwa 56% dari total PHK berasal dari lima provinsi di Pulau Jawa, sementara CNBC Indonesia tidak menyebutkan persentase ini. Warta Ekonomi juga melaporkan bahwa PHK mencapai puncaknya pada Mei dengan 8.197 kasus, sementara Juli hanya mencatat 552 kasus, informasi yang tidak ditemukan di media lain.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengkritisi fokus pada data PHK tanpa solusi. Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, menyatakan bahwa PHK adalah dampak akhir dari masalah struktural di sisi hulu, seperti keterbatasan bahan baku, pasokan gas industri, dan biaya energi tinggi. Sektor tekstil dan garmen paling terdampak. Apindo mendesak pemerintah untuk melakukan debottlenecking guna mencegah PHK lebih lanjut, dan mengusulkan revisi UU Ketenagakerjaan bersama Serikat Buruh/Pekerja.

Menurut tiap media