Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

8 WNI Diduga Direkrut ke Militer Rusia, Pemerintah dan BIN Verifikasi

Delapan Warga Negar Indonesia (WNI) diduga direkrut ke militer Rusia melalui penawaran pekerjaan palsu dengan janjian gaji besar, lalu dikirim ke medan perang Ukraina. Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (SZRU/FISU) mempublikasikan nama delapan WNI tersebut: Erwanda, Muhammad Syaripudin, Putra Pratama Yuda, Hudri Fadli Ngangun, M. Hadi Maulana, Dwi Kencana Haryanto, Wahyu Oktavian Iskandar, dan Helmi Hakim Nugraha. Para WNI diduga tidak mengetahui bahwa pekerjaan yang dilamar berkaitan dengan dinas militer, dan sebagian dikirim ke garis depan tanpa pelatihan yang cukup. Beberapa di antaranya dilaporkan tewas dalam beberapa pekan pertama.

Pemerintah Indonesia sedang memverifikasi klaim tersebut. Menteri Koordinator Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa informasi perlu ditelusuri secara menyeluruh, termasuk identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, dan bentuk keterlibatan masing-masing WNI. Kementerian Pertahanan menegaskan tidak akan memberikan dukungan terhadap pergabungan WNI dengan pasukan militer asing yang terlibat konflik.

Badan Intelijen Negara (BIN) memastikan dugaan ini menjadi atensi lembaganya. Kepala BIN Muhammad Herindra menyatakan masih mendalami apakah para WNI menjadi target khusus pihak Rusia. Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani menjelaskan delapan WNI tergiur oleh iklan lowongan kerja. Kementerian Luar Negeri telah mengirimkan utusan ke negara terkait untuk mengatasi situasi ini. Komisi I DPR menyoroti konsekuensi hukum dan risiko keamanan yang besar terkait keterlibatan WNI dalam angkatan bersenjata negara asing.

Menurut tiap media