Pemerintah Dorong Belanja Lokal untuk Alihkan Pengeluaran Wisatawan dari Luar Negeri
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan aktivitas belanja wisatawan menjadi peluang ekonomi yang belum tergandeng. Data semester I 2026 mencatat 7,45 juta wisatawan mancanegara (wisman) dengan pertumbuhan 5,71%, serta 630,41 juta perjalanan wisatawan domestik (wisnus) naik 2,71%. Airlangga menekankan pentingnya mengarahkan peningkatan kunjungan agar pengeluaran lebih banyak terjadi di dalam negeri, terutama di sektor ritel, kuliner, dan produk lokal. Ia juga menyatakan peluang mengurangi belanja di luar negeri yang mencapai US$6,7 miliar sehingga dapat dialihkan untuk belanja di dalam negeri. Pemerintah meminta peritel memastikan stok, distribusi, dan kualitas barang agar tidak mengalihkan pengeluaran ke luar negeri.
Airlangga sekaligus menyampaikan keluhan dari pelaku usaha ritel terkait stok barang yang tipis, terutama produk dengan aliran barang dari luar negeri. Kondisi ini menghambat aktivitas belanja masyarakat di dalam negeri dan berpotensi mendorong konsumen ke belanja luar negeri. Sekretaris Jenderal Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Haryanto Pratantara menyatakan kelengkapan barang, harga, dan variasi produk menjadi faktor utama turis jarang memilih berbelanja di Indonesia. Meskipun harga di Indonesia kompetitif karena kurs rupiah yang lemah, variasi produk yang belum mencukupi masih menjadi tantangan.
Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengharapkan pemerintah memberikan kemudahan bagi merek luar negeri yang sudah berkontribusi di Indonesia untuk membuka toko dan menjual produknya. Harmonisasi antara merek lokal dan global diharapkan mendukung program Belanja di Indonesia Aja (BINA) serta menarik lebih banyak turis melalui ketiga unsur utama pariwisata: objek wisata, kuliner, dan shopping. Hippindo telah meluncurkan program BINA pada Agustus 2026 dan menyiapkan delegasi 180 orang untuk ekspor ke Guangzhou pada September 2026. Pemerintah juga melihat peluang mengurangi belanja di luar negeri yang mencapai US$6,7 miliar (Rp118,7 triliun) kembali ke dalam negeri melalui pengembangan wisata belanja. Pada triwulan kedua, pertumbuhan konsumsi mencapai 5,06% dan indeks keyakinan konsumen berada di atas 100. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun menuju 6% dan 6% pada tahun depan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Airlangga Ungkap Celah Baru Ekonomi dari Belanja Wisatawan
26 Agustus 2026 pukul 15.15 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Warga RI Jor-joran Belanja saat ke Luar Negeri, Angkanya Fantastis
26 Agustus 2026 pukul 15.30 · Baca aslinya ↗
Airlangga Dapat Laporan Pengusaha Ritel RI Stok Barang Tipis, Kenapa?
26 Agustus 2026 pukul 15.55 · Baca aslinya ↗
VOI
Hippindo Wanti-wanti Ritel Lesu September–November, Pemerintah Perlu Siapkan Antisipasi
26 Agustus 2026 pukul 16.41 · Baca aslinya ↗