Hippindo Wanti-wanti Ritel Lesu September–November, Pemerintah Perlu Siapkan Antisipasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sektor ritel Indonesia diproyeksikan lesu pada September–November 2026 karena tidak ada libur panjang seperti Lebaran, Natal, atau Tahun Baru. Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Hippindo, menyampaikan hal ini dalam Indonesia Retail Summit & Expo 2026 sekaligus meminta Pemerintah siapkan antisipasi untuk menjaga daya beli masyarakat. Toko fisik dan pusat perbelanjaan sangat tergantung pada kunjungan konsumen, sehingga aktivitas belanja perlu ditingkatkan untuk menjaga kinerja penjualan. Ritel berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, distribusi barang, kestabilan harga, serta ketersediaan stok. Hippindo telah meluncurkan program Belanja di Indonesia Aja (Bina) pada Agustus 2026 dan menyiapkan delegasi 180 orang untuk ekspor ke Guangzhou pada September 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 15.15
Airlangga Ungkap Celah Baru Ekonomi dari Belanja Wisatawan
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 15.55
Airlangga Dapat Laporan Pengusaha Ritel RI Stok Barang Tipis, Kenapa?
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 15.30
Warga RI Jor-joran Belanja saat ke Luar Negeri, Angkanya Fantastis
Berita terkait
Harga Barang Ritel Berpotensi Naik Mulai Oktober 2026, Ini Pemicunya
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 18.00
Airlangga Dapat Keluhan Peritel soal Stok Barang Mulai Tipis
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 17.52
IRSE 2026 Resmi Digelar Hari Ini, Airlangga: Momentum Dorong Ritel Masuk ke Perdesaan
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 15.40
Kemenko Perekonomian Klarifikasi Soal Istilah Emas di Bawah Bantal
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 14.04