Anak Krakatau Kembali Tumbuh, Erupsi Terus Dipantau dengan Status Siaga Level III
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan pertumbuhan kembali tubuh Gunung Anak Krakatau pasca-runtuhan 2018 belum berpotensi memicu gelombang tsunami. Evaluasi morfologi terbaru menunjukkan pembentukan kubah lava baru masih relatif kecil dan tidak menunjukkan indikasi risiko keruntuhan skala besar seperti tragedi 2018. Kepala PVMBG, Rita Susilawati, menjelaskan pemantauan terus dilakukan secara intensif terhadap perubahan struktur fisik, kegempaan, dan karakter erupsi. Sehitu pula, CNBC Indonesia melaporkan gunung kembali menurunkan intensitas erupsi setelah episode erupsi menerus selama 25 jam, berakhir pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB. Setelahnya, aktivitas ditandai dengan letusan ringan bertipe strombolian secara berkala. Meski pola erupsi menerus telah berhenti, tingkat kegempaan masih tinggi, sehingga status tetap pada Level III (Siaga) dengan zona aman di luar radius 3 km. Kemungkinan erupsi masih tinggi dalam beberapa periode ke depan, dengan potensi bahaya lontaran batu pijar, hujan abu, dan aliran lava.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Tubuh Anak Krakatau Kembali Tumbuh, Karakter Erupsi Dipantau Ketat
7 September 2026 pukul 10.34 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Episode Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Mulai Menurun!
7 September 2026 pukul 12.15 · Baca aslinya ↗