Episode Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Mulai Menurun!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gunung Anak Krakatau di Provinsi Lampung kembali menurunkan intensitas erupsi setelah sebelumnya mengalami episode erupsi menerus selama 25 jam. Episode erupsi menerus yang dimulai pada Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB berakhir pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB. Setelah periode panjang tersebut, aktivitas kembali ditandai dengan letusan ringan bertipe strombolian yang terjadi secara berkala. Meski pola erupsi menerus telah berhenti, tingkat kegempaan di sekitar gunung api masih tercatat tinggi, sehingga status aktivitas tetap pada Level III (Siaga). Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menyampaikan bahwa kemungkinan terjadinya erupsi masih tinggi dalam beberapa periode ke depan. Potensi bahaya utama yang diantisipasi meliputi lontaran batu pijar, hujan abu erupsi, dan aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi. Badan Geologi menegaskan bahwa tiga erupsi strombolian dengan kolom erupsi berwarna hitam tercatat setelah berakhimnya episode erupsi panjang, yang diinterpretasikan sebagai akhir dari fase erupsi menerus tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 10.34
Tubuh Anak Krakatau Kembali Tumbuh, Karakter Erupsi Dipantau Ketat
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 07.30
Memahami Lava Fountain yang Keluar dari Erupsi Gunung Anak Krakatau
JawaPos · 6 September 2026 pukul 22.30
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Malam Ini, Tinggi Kolom Abu Tidak Bisa Teramati
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 14.05
Lini Masa Fase Kritis hingga Erupsi Besar Gunung Anak Krakatau
Berita terkait
Gunung Anak Krakatau sudah Tujuh Kali Erupsi dalam Sehari
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 14.45
5 Gunung Api di RI Serentak Erupsi, Ini Penjelasan Mbah Rono
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.35
Gunung Anak Krakatau Ternyata Harus Sering Erupsi, Ini Kata Mbah Rono
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 12.55
Masyarakat Diminta Tak Khawatir, PVMBG Pastikan Anak Krakatau Belum Berpotensi Tsunami
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 19.49