Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak 1.200 Km Usai Serangan Drone, Pasokan Global Terancam

Arab Saudi menutup sementara jalur pipa minyak East-West sepanjang 1.200 km setelah diserang drone yang dilacak berasal dari Provinsi Maysan, Irak, dekat perbatasan Iran. Penutupan ini memengaruhi pengangkutan 4-5 juta barel minyak per hari dari ladang minyak timur ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah, sekaligus memungkinkan Arab Saudi mengirim minyak tanpa melewati Selat Hormuz yang sudah terganggu sebelumnya. Kementerian Energi Arab Saudi menyebut penghentian ini sebagai langkah pencegahan setelah serangan menyebabkan kerusakan dan korban luka di Riyadh dan Madinah.

Serangan ini memicu kekhawatiran atas pasokan minyak global karena kapasitas pipa setara 4-5% pasokan dunia. Harga minyak dan harga diesel ritel di AS yang mencapai rekor US$6 per galon semakin meningkat. Presiden AS Donald Trump menyatakan dugaan keterlibatan Iran, sementara Putra Mahkota Mohammed bin Salman meminta bantuan militer AS untuk menghadapi Houthi di Yaman. Namun Washington hanya menawarkan dukungan intelijen tanpa intervensi militer langsung.

Upaya diplomasi terbatas sedang berlangsung. Pejabat Iran menyatakan pertemuan dengan negara-negara Teluk di Oman akan membahas masa depan Selat Hormuz, tetapi tidak diharapkan menghasilkan kesepakatan. Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan pasokan minyak mentah Arab Saudi turun ke level terendah dalam lebih dari tiga dekade, memunculkan ancaman krisis pasokan yang lebih luas bagi pasar energi dunia.

Menurut tiap media