Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Konflik AS-Iran di Selat Hormuz dan Dinamika Negosiasi Diplomatik

Konflik antara AS dan Iran yang dimulai akhir Februari telah memicu blokade Selat Hormuz dan Laut Arab, yang berdampak pada kenaikan harga minyak Brent menjadi 106,77 dolar AS dan WTI menjadi 93,94 dolar AS per barel. Iran meluncurkan rudal anti-kapal yang menyebabkan korban di pihak AS. Terdapat perbedaan data korban: CNBC Indonesia menyebut 8 marinir luka, sementara Laksamana Muda Habibollah Sayyari menolak angka tersebut, dan Pentagon merevisi data menjadi 9 marinir serta lebih dari 24 pelaut terluka. Selain itu, terdapat perbedaan data korban tewas di Timur Tengah antara Washington Post (22 orang) dan Pentagon (18 orang).

Upaya diplomasi melalui mediator Qatar menemui jalan buntu. Iran mengajukan proposal gencatan senjata tujuh hari, pencairan aset, pencabutan sanksi minyak, dan pembukaan Selat Hormuz, namun Donald Trump menolak usulan tersebut. Ketegangan meningkat setelah Menlu AS Marco Rubio memerintahkan delegasi Iran meninggalkan AS pada 28 September. Di sisi lain, kepolisian Inggris membebaskan lima tersangka dugaan terorisme di dekat pangkalan RAF Fairford yang digunakan AS untuk menyerang Iran, meski penyelidikan keterlibatan pihak asing masih berlanjut.

Menurut tiap media