Rudal Anti-Kapal Iran Hantam AS, 8 Tentara Jadi Korban
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran melancarkan rudal anti-kapal terhadap kapal AS di Selat Hormuz, menyebabkan delapan marinir luka: tujuh tamtama dan satu perwira. Korban mengalami cedera seperti kemungkinan trauma otak dan inhalasi asap, namun tidak ada yang serius. Kejadian ini terjadi saat personel sedang beroperasi sebagai tim pendaratan di luar kapal. Pentagon belum memberikan komentar resmi. Insiden ini menambah beban korban konflik dengan total 861 terluka sejak awal perang. Pekan lalu, jumlah tentara AS menjadi korban tewas di Operasi Luar Negeri meningkat 37 orang. Laporan juga menyeperkayaan perbedaan data antara Washington Post (22 korban tewas di Timur Tengah) dan Pentagon (18 korban). CENTCOM memperkirakan biaya operasi militer AS di Iran mencapai US$43,6 miliar, belum termasuk biaya perbaikan fasilitas yang terkena serangan. Pembicaraan damai antara AS dan Iran dilanjutkan dengan mediator, fokus pada revisi tujuh hari yang diajukan Iran. Rencana tersebut mencakup penghentian permusuhan, pencairan aset miliaran dolar, dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Trump menolak usulan Iran, mengklaim tekanan ekonomi membuat negara itu mencari damai cepat, namun menyiapkan untuk melibatkan negosiator AS dalam pertemuan selanjutnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 10.39
Mojtaba Bilang AS Akan Hengkang dari Timur Tengah usai Terima Pukulan Menyakitkan
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 07.05
Lagi, Iran Rampas Drone Selam Canggih AS di Selat Hormuz
Detik.com · 28 September 2026 pukul 23.53
Mojtaba Sebut Iran Pukul Telak Pasukan AS: Laut Arab Segera Bebas dari Mereka
Detik.com · 28 September 2026 pukul 17.02
Inggris Selidiki Keterlibatan Iran dalam Insiden di Dekat Pangkalan AS
Berita terkait
Dunia Makin Kacau, Iran Siap "Perang Kiamat" dengan AS
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 13.03
Presiden Iran Ingatkan Respons Tegas Jika AS Lanjutkan Serangan
Detik.com · 26 September 2026 pukul 17.54
Presiden Iran Beri Trump Pilihan: Akhiri Perang atau Tidak?
Detik.com · 25 September 2026 pukul 15.35
Iran Ungkap Kekuatan Militernya Paksa AS Ubah Berbagai Taktik
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 14.44