Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

AS Pertimbangkan Operasi Militer dan Penghancuran Terhadap Fasilitas Nuklir Iran

Amerika Serikat memberikan sinyal bahwa operasi militer terhadap Iran masih dapat dilancarkan, terutama terkait serangan terhadap fasilitas nuklir bawah tanah. Presiden Donald Trump dilaporkan mempertimbangkan peluncuran serangan baru, namun menekankan bahwa operasi tersebut tidak dikategorikan sebagai perang besar yang berkepanjangan. Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan kemungkinan besar tidak akan ada kesepakatan nuklir dengan Iran dalam waktu dekat, sehingga AS mungkin mengandalkan penghancuran terhadap kemampuan nuklir Iran untuk mencegah negara tersebut memperoleh senjata nuklir. Wright juga menegaskan bahwa pembombardemen terhadap infrastruktur strategis Iran, khususnya fasilitas produksi rudal, menjadi strategi untuk melemahkan kemampuan militer Iran. Di sisi lain, tekanan ekonomi dan dukungan Uni Eropa menjadi bagian dari upaya AS untuk mendorong Iran menghentikan atau mengubah kebijakan nuklirnya. Wright menyoroti pentingnya stabilitas jalur minyak melalui Selat Hormuz, yang mencatatkan rata-rata 9 juta barel per hari dalam tujuh hari terakhir. Meskipun ada upaya mediasi melalui Pakistan dan Qatar, implementasi kesepakatan penghentian permusuhan dan pembukaan Selat Hormuz masih menemui kesulitan. Situasi ini menempatkan pasar energi global dalam posisi waspada.

Menurut tiap media