Masih Belum Bisa Serang Pusat Nuklir Iran, AS Alasan Bukan Perang Besar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat memberikan sinyal bahwa operasi militernya terhadap Iran masih dapat berlanjut, terutama terkait serangan terhadap fasilitas nuklir Iran yang berada di bawah tanah. Presiden Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan kemungkinan pelancaran serangan baru. Untuk menjaga narasi, Trump mengganti istilah 'perang' dengan 'konflik militer', menekankan bahwa operasi tersebut tidak bersifat perang besar yang berkepanjangan. Namun, opsi penggunaan kekuatan tetap terbuka sebagai bagian dari tekanan terhadap program nuklir Iran. Program nuklir Iran menjadi pusat dari ketegangan ini, dengan Washington berupaya menekan kemampuan Iran melalui berbagai cara. Potensi serangan terhadap fasilitas bawah tanah sensitif ini berkaitan langsung dengan program nuklir Iran dan dapat memicu eskalasi baru. Di sisi lain, tekanan ekonomi juga menjadi bagian dari strategi AS, didukung oleh tindakan Uni Eropa, untuk mendorong Iran menghentikan atau mengubah kebijakan nuklirnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 4 September 2026 pukul 10.33
Korsel disebut siapkan pengerahan militer ke Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 09.00
Raksasa Asia Bakal 'Turun Gunung' ke Selat Hormuz, Kirim Tentara
Berita terkait
Serangan Cepat Selalu Gagal, Trump Fokus Strategi Mencekik Iran Perlahan-lahan
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 17.30
Informasi Stok Amunisi AS Menipis Bocor, Trump Sebut Pengkhianatan
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 13.39
Trump: Iran Hanyalah Perang Kecil Dibandingkan Pengeluaran AS untuk Ukraina
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 08.17
Gara-Gara Amerika Iran Ubah Doktrin Nuklir, Bisa Buat Bom Atom
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 21.40