Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Serang Peluncur Roket Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz Panas

Amerika Serikat melakukan serangan udara ke Pulau Larak, Iran, menargetkan dua peluncur roket milik Iran. Serangan ini dilakukan setelah AS mendeteksi persiapan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan roket beranjau laut ke Selat Hormuz. Ini menjadi aksi militer terbuka AS di daratan Iran sejak akhir Juli 2026. IRGC mengonfirmasi adanya korban jiwa dan luka, lalu mengutuk keras tindakan AS dan mengancam balas dendam. Media melaporkan ledakan kuat di dekat pulau, dengan dugaan penggunaan drone dalam serangan tersebut.

Ketegangan di Selat Hormuz semakin meninggi. Pulau Larak terletak strategis di dekat Bandar Abbas dan Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia. Iran sempat menutup Selat Hormuz sebagai respons, sementara AS memberlakukan sanksi tambahan. Presiden AS menyatakan bahwa ranjau telah dikendalikan di perairan internasional dan memperingatkan akan menghancurkan kapal yang menaruhkan ranjau baru.

Harga minyak mentah dunia naik 2% setelah serangan ini. Brent naik US$ 2,22 menjadi US$ 90,32 per barel, sementara WTI naik US$ 2,01 menjadi US$ 85,41 per barel. Iran juga melaporkan serangan balasannya ke Yordania, namun tidak membuahkan hasil signifikan. Kedua belah pihak kini berupaya mencari jalan tengah melalui diskusi dengan Oman.

Menurut tiap media