Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Banjir Bandang di Grand Canyon, 2 Tewas dan Beberapa Orang Hilang

Banjir bandang menerjang Taman Nasional Grand Canyon di Arizona, Amerika Serikat, menyebabkan dua orang tewas. National Park Service (NPS) melaporkan satu jenazah ditemukan akhir pekan lalu, sementara jenazah kedua dievakuasi pada Senin (31/8). Curah hujan tinggi pada Sabtu (29/8) menyebabkan air deras menerjang ngarai, merusak jalur pendakian, jembatan penyeberangan, dan infrastruktur penyediaan air. Akibatnya, 62 pendaki harus dievakuasi menggunakan helikopter. NPS masih mencari lebih dari 20 orang yang dilaporkan hilang atau belum diketahui keberadaannya. Pihak pengelola meminta informasi dari masyarakat mengenai pendaki yang mungkin berada di jalur terdampak. Di tengah perkiraan badai petir tambahan, kawasan South Rim tetap terbuka, namun fasilitas penginapan dan layanan komersial ditutup. Beberapa area pendakian dan penginapan yang terdampak banjir masih ditutup sementara operasi pencarian dan evakuasi berlangsung. NPS mengimbau pengunjung menjauhi area yang ditutup.

Dua jenazah korban banjir bandang di Grand Canyon, AS, pada akhir pekan (29/8) telah ditemukan. Banjir melanda Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, memaksa 62 orang mengungsi dan merusak satu-satunya pipa air. Lebih dari 15 orang masih hilang dengan upaya pencarian terhambat oleh cuaca ekstrem. Badai petir diperkirakan kembali terjadi pada Senin (31/8).

Badai hujan deras di Grand Canyon pada Senin mengorbankan 2 orang dan menyulutkan 15 orang hilang. Banjir bandang menerjang Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch pada Sabtu sore memaksa evakuasi puluhan orang serta merusak jaringan pipa air utama Transcanyon Waterline. Dua jenazah ditemukan, operasi pencarian terhambat oleh cuaca buruk. Kerusakan pada pipa 20 km memengaruhi pasokan air dan larangan penggunaan api di area ramai pengunjung.

Dua korban yang tewas adalah Dr. John Giusti, 46, seorang chiropractor dari Texas, dan Brent Rosenkranz, 42, seorang instruktur bela diri. Mereka terjebak dalam terjanaan air dan lumpur di Bright Angel Canyon. Satu orang lain yang masih dicari adalah Timothy Allen Smith, 53, yang merupakan rekan dari kedua korban tersebut. Ketiganya memasuki Grand Canyon pada Jumat (28/8) dengan rencana menuju Bright Angel Campground dan Havasupai Gardens. Bencana ini dipicu oleh curah hujan ekstrem setara dengan hujan setengah tahun dalam dua hari. Pihak berwenang awalnya melaporkan 15 orang hilang, namun jumlah ini berkurang menjadi satu setelah evakuasi berhasil mengevakuasi puluhan pendaki lain. Hampir seluruh jembatan di atas Bright Angel Creek hancur diterjang arus banjir. National Park Service (NPS) melaporkan kerusakan parah pada infrastruktur taman nasional. Sebanyak 15 orang dilaporkan hilang pada awalnya, namun sebagian besar berhasil dievakuasi. Timothy Smith masih dicari oleh tim SAR di tengah kondisi medan yang berbahaya. Keluarga korban mengucapkan terima kasih kepada personel SAR yang terus bekerja di cuaca tidak menentu untuk membawa pulang orang terkasih.

Menurut tiap media