Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tibet: 157 Jenazah Ditemukan, Ratusan Wisatawan Hilang

Banjir bandang di wilayah perbatasan Nepal dengan Tibet menyebabkan 157 jenazah ditemukan dan ratusan orang hilang. Menurut kepolisian, seluruh pemukiman hanyut diluluhkan, dengan rekaman kamera menunjukkan gulungan puing setinggi beberapa lantai menghantam perbatasan, meluluhkan truk dan bus. Perdana Menteri Nepal Balendra Shah menyatakan dukungan penuh pemerintah dalam upaya penyelamatan dan evakuasi. Sekitar 403 wisatawan, termasuk 341 warga asing, masih belum diketahui keberadaannya, dengan 142 warga India di antaranya. IFRC sedang mendistribusikan bantuan darurat seperti selimut, P3K, tandu, dan kantong jenazah ke lokasi yang terdampak. Evakuasi warga dari daerah rawan banjir masih berlangsung, sementara tim pencarian dan penyelamatan terus beroperasi di beberapa distrik.

Operasi pencarian masih berlanjut dengan 64 jenazah ditemukan di Chitwan, 27 di Dhading, 22 di Nawalparasi Timur, 19 di Gorkha, 13 di Nuwakot, 9 di Tanahun, dan 3 di Rasuwa. Gelombang mencapai 5-6 meter menghemparkan truk dan bus. Pemerintah menyalurkan pasokan darurat termasuk selimut, P3K, tandu, dan kantong jenazah.

Bencana ini dipicu gempa bumi berkekuatan 4,4 magnitudo di perbatasan Tibet-Nepal yang memicu longsoran es dan batu di Sungai Bhote Koshi dan Trishuli. Air meluap menghancurkan desa, jembatan, dan pusat listrik tenaga air di beberapa distrik. Para ahli geostrategi memperingatkan bahwa rencana pembangunan Bendungan Medog di Sungai Yarlung Tsangpo, Tibet, yang berkapasitas 60.000 MW, berada di atas jalur patahan aktif Paizhen. Pihak berwenang Nepal mengeluarkan peringatan bahwa bahaya masih berlanjut dengan danau yang terbentuk masih dapat meluap secara tiba-tiba.

Menurut tiap media