Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Banjir Bandang Nepal-Tibet: Gletser Runtuh, Ratusan Tewas, Ribuan Hilang

Banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet menyebabkan tewas dan orang hilang dalam jumlah yang berbeda antar laporan media. Kumparan melaporkan setidaknya 157 orang tewas dan lebih dari 400 orang hilang, sementara Media Indonesia mencatat 165 orang tewas dan lebih dari 1.300 orang hilang. Detik.com memberikan angka paling tinggi dengan 469 orang tewas dan 910 orang hilang, termasuk 517 wisatawan asing dan 558 orang belum ditemukan di sisi Tibet. Semua laporan menyatakan bahwa penyebab utama adalah runtuhnya bagian bawah gletser Himalaya yang menurunkan massa es, batu, dan sedimen ke dasar lembah, menerobos sungai Lhende Khola. USGS awalnya mencatat gempa magnitudo 4,4, namun kemudian mengoreksi bahwa sinyal tersebut berasal dari tanah longsor, bukan gempa bumi.

Gletser yang runtuh beserta materialnya menciptakan guncangan serupa gempa sekaligus menyapu jalur perbatasan, menghantam pelabuangan Gyirong di Tibet dan wilayah Nepal. Bencana ini menyapu jalan, proyek listrik, dan menenggelamkan desa-desa. Evakuasi dilakukan untuk sekitar 5.000 orang di Bihar, India. Upaya penyelamatan dilakukan oleh kepolisian dan militer, meski helikopter kesulitan mendarat di beberapa daerah akibat air yang tinggi dan endapan lumpur. Lebih dari 400 orang masih dilaporkan hilang, termasuk 133 warga India dan 9 warga Korea Selatan yang bekerja di proyek listrik.

Dalai Lama menyampaikan doa dan belasungkwa bagi para korban, menilai bencana berulang ini sebagai gejala dari perubahan iklim. PBB dan India sedang memobilisasi bantuan logistik, sementara Korea Selatan mengirimkan tim respons cepat. Para ilmuwan menegaskan bahwa perubahan iklim berperan dalam kestabilan gletser dan lapisan permafrost, sehingga meningkatkan risiko bencana seperti ini. PBB melaporkan Nepal kehilangan hampir sepertiga volume esnya dalam tiga dekade, dengan laju pencairan gletser 65% lebih cepat pada 2011-2020 dibandingkan dekade sebelumnya.

Menurut tiap media