Apa Penyebab Banjir Bandang yang Tewaskan Ratusan Orang di Nepal-Tibet?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet pada 26 Agustus 2024 tewaskan setidaknya 469 orang dan menyebabkan 910 orang hilang, termasuk 517 wisatawan asing. Di sisi Tibet, 558 orang belum ditemukan. Awalnya diduga disebabkan gempa bumi, namun USGS menyatakan bahwa peristiwa tersebut sebenarnya merupakan runtuhnya gletser yang mengirimkan massa es, batu, dan sedimen melaju cepat menuruni lereng gunung. Beberapa ahli menyoroti teori bahwa material longsoran menyumbat Sungai Lhende dan membentuk bendungan alami, namun bukti penurunan permukaan air belum ditemukan. Para ilmuwan menegaskan bahwa perubahan iklim berperan dalam kestabilan gletser dan lapisan permafrost, sehingga meningkatkan risiko bencana seperti ini. PBB melaporkan Nepal kehilangan hampir sepertiga volume esnya dalam tiga dekade, dengan laju pencairan gletser 65% lebih cepat pada 2011-2020 dibandingkan dekade sebelumnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 14.00
Dalai Lama Sampaikan Belasungkawa bagi Korban Banjir Bandang Nepal-Tibet
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 12.04
Penyebab Banjir Bandang Nepal-Tibet: Gletser Himalaya Runtuh Sempat Dikira Gempa
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 06.10
Update Terkini Banjir Bandang Nepal-Tibet, Ratusan Tewas dan Hilang
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 04.45
Fakta Banjir Bandang Nepal-Tibet: Kronologi, Penyebab, dan Ratusan Korban Hilang
Berita terkait
7 Fakta Ngeri Banjir Bandang Terjang Nepal Tewaskan Ratusan Orang
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 06.07
160 Orang Tewas, Ratusan Hilang usai Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 04.22
'Combo' Penyebab Banjir Bandang Nepal dan Alarm Perubahan Iklim Global
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 13.29
Ahli Ungkap Sebab Banjir Bandang di Nepal: Gletser Runtuh, Bendungan Es Jebol
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 12.04