Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Menjadi 5,2 Persen

Bank Dunia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 5,2 persen, naik 0,5 poin dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,7 persen. Angka ini melampaui rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) yang berada di angka 4,5 persen. Terdapat perbedaan alasan kenaikan proyeksi antar sumber; satu sumber menyebutkan dorongan ketahanan ekonomi kawasan dan adopsi AI, sementara sumber lain menekankan dampak harga energi yang lebih ringan, permintaan domestik kuat, konsumsi swasta, belanja pemerintah terkait Ramadan/Idul Fitri, THR ASN, serta program Makan Bergizi Gratis.

Kondisi ekonomi domestik menunjukkan dinamika beragam. Ekonomi tumbuh 5,4 persen pada semester I 2026, namun melemah di akhir tahun dengan PMI manufaktur menyusut ke 49,3 dan kepercayaan konsumen turun ke 116,8. Defisit transaksi berjalan diproyeksikan melebar 1,5 persen PDB. Pemerintah merespons sentimen pasar negatif dan kenaikan harga minyak global melalui penggunaan cadangan devisa, reformasi sektor keuangan, serta kenaikan suku bunga BI sebesar 100 basis poin pada Mei-Juni 2026. Inflasi tercatat turun dari 4,8 persen pada Februari menjadi 3,4 persen pada Juli 2026 berkat subsidi bahan bakar.

Menurut tiap media