Bank Dunia naikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi RI 5,2 persen di 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,2 persen pada 2026, naik 0,5 poin dari 4,7 persen sebelumnya. Revisi didasarkan pada dampak harga energi yang lebih ringan dari perkiraan awal. Pertumbuhan didorong oleh permintaan domestik yang kuat, termasuk konsumsi swasta dan belanja pemerintah yang meningkat akibat Ramadan/Idul Fitri 2026 yang lebih awal, THR ASN yang diterima cepat, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG). Semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,4 persen, rata-rata kuartal terkuat sejak 2022. Namun, aktivitas ekonomi domestik melemah pada akhir 2026, dengan PMI manufaktur menyusut (49,3) dan kepercayaan konsumen turun (116,8). Defisit transaksi berjalan diproyeksikan melebar 1,5 persen PDB, menimbulkan kekhawatiran terhadap perkembangan fiskal dan peringkat utang. Sentimen pasar merusak pada Januari 2026, diperburuk kenaikan harga minyak global dan gangguan pelayaran, dengan arus keluar portofolio mencapai 0,2 persen PDB pada KI 2026. Pemerintah merespon dengan cadangan devisa, reformasi sektor keuangan, dan penaikan suku bunga BI 100 basis poin pada Mei-Juni 2026, membantu menahan penurunan nilai rupiah. Inflasi turun dari 4,8 persen (Februari) menjadi 3,4 persen (Juli 2026) berkat subsidi bahan bakar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 6 Oktober 2026 pukul 11.13
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Jadi 5,2 Persen
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 09.30
Bank Dunia Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI, Kini Tembus 5,2%
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 16.29
Pemerintah Klaim BBM Indonesia Paling Murah, RON 92 Singapura Bikin Geleng-geleng
kumparan · 5 Oktober 2026 pukul 14.40
OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan RI Sepanjang Tahun Ini Masih Tetap Terjaga
Berita terkait
PDB per Kapita RI Ngebut 210 Persen, Masuk 25 Besar di Dunia
CNN Indonesia · 19 September 2026 pukul 21.15
Ekonomi RI Kalah Ngebut dari Vietnam, Tapi Destry Punya Kabar Baik
Detik.com · 3 September 2026 pukul 11.44
Bank Dunia Ungkap Alasan RI Perlu Terapkan Omzet Rp500 Juta Kena Pajak
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 09.40
AMRO Revisi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026-2027, Makin Tumbuh Kencang!
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 12.35