Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Bank Indonesia Catat Rp2.5 Triliun Kredit Tertahan, Terkait Masuk Modal Asing Rp140 Triliun

Bank Indonesia mencatat dana kredit yang belum tersalurkan (undisbursed loan) sebesar Rp2.500 triliun, disebabkan rendahnya permintaan kredit serta perbankan lebih memilih menempatkan likuiditas pada SBN dan SRBI. Untuk mengatasi hal ini, BI menerapkan kebijakan pengurangan Giro Wajib Minimum (GWM) bagi bank yang aktif menyalurkan kredit. Hingga Agustus 2026, kredit perbankan diproyeksikan tumbuh 13,6% secara tahunan, didorong oleh kredit investasi dan modal kerja.

Sementara itu, modal asing masuk Indonesia sebesar Rp140,7 triliun melalui SBN dan SRBI perlu diimbangi penguatan insentif likuiditas BI. Ekonom Indef, M Rizal Taufikurahman, menilai modal ini didominasi portofolio yang sensitif terhadap perubahan global, berisiko mudah keluar. Ia mendorong BI memperkuat insentif kredit investasi dan modal kerja untuk sektor produktif seperti manufaktur, pertanian, dan UMKM guna menghindari financial crowding-out. Keberhasilan modal asing diukur dari peningkatan investasi, kapasitas produksi, ekspor, dan lapangan kerja.

Perbedaan utama terletak pada angka undisbursed loan: Liputan6.com melaporkan Rp2.500 triliun, sedangkan ANTARA News mencatat Rp2.548 triliun per Juli 2026.

Menurut tiap media