Ekonom: Modal asing masuk RI perlu diimbangi penguatan insentif likuiditas BI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom Indef, M Rizal Taufikurahman, menilai aliran modal asing sebesar Rp140,7 triliun melalui SBN dan SRBI perlu diimbangi penguatan insentif likuiditas Bank Indonesia. Meski positif bagi stabilitas rupiah, modal ini didominasi portofolio yang sensitif terhadap perubahan global sehingga berisiko mudah keluar.
Masalah utama terletak pada transmisi likuiditas ke sektor riil, terlihat dari adanya undisbursed loan sebesar Rp2.548 triliun per Juli 2026. Rizal mendorong BI memperkuat insentif kredit investasi dan modal kerja untuk sektor produktif seperti manufaktur, pertanian, dan UMKM guna menghindari financial crowding-out. Keberhasilan modal asing diukur dari peningkatan investasi, kapasitas produksi, ekspor, dan lapangan kerja.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 08.33
Dana Rp 2.500 Triliun Belum Cair, BI Ungkap Penyebab Kredit Tertahan
Detik.com · 24 September 2026 pukul 21.37
Pertemuan Suahasil dan Destry Berjalan Alot, Ini yang Dibahas
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 17.38
Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuiditas-Surat Utang, Rapat Alot!
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 13.52
BI Proyeksikan Nilai Tukar Rupiah Tetap Stabil Di Tengah Dinamika Pasar Global
Berita terkait
Tahan BI Rate 5,75%, BI Fokus Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 18.35
Lawan Aset Amerika, BI Ungkap Strategi Gaet Modal Asing
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 17.20
BI Perbesar Insentif Hedging hingga 30 Persen untuk Stabilkan Rupiah
kumparan · 23 September 2026 pukul 17.02
BI Telah Guyur Likuditas Rp461,2 Triliun ke Bank
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.29