Dana Rp 2.500 Triliun Belum Cair, BI Ungkap Penyebab Kredit Tertahan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338661/original/077969400_1788337107-kom7.jpg)
Bank Indonesia (BI) mencatat dana kredit yang belum tersalurkan (undisbursed loan) tertahan di angka Rp2.500 triliun. Kondisi ini disebabkan oleh rendahnya permintaan kredit serta sikap hati-hati perbankan yang lebih memilih menempatkan likuiditas pada Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Untuk mengatasi hal ini, BI menerapkan kebijakan insentif berupa pengurangan Giro Wajib Minimum (GWM) bagi bank yang aktif menyalurkan kredit. Hingga Agustus 2026, kredit perbankan tumbuh 13,6% secara tahunan, didorong oleh kredit investasi dan modal kerja, dengan peningkatan permintaan yang mulai terlihat dari sektor swasta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 12.53
Ekonom: Modal asing masuk RI perlu diimbangi penguatan insentif likuiditas BI
Detik.com · 24 September 2026 pukul 21.37
Pertemuan Suahasil dan Destry Berjalan Alot, Ini yang Dibahas
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 20.33
Kredit Tumbuh 13,6%, BI Kasih Insentif ke Bank yang Genjot Penyaluran
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 17.38
Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuiditas-Surat Utang, Rapat Alot!
Berita terkait
Kredit Perbankan Agustus 2026 Tumbuh 13,65 Persen, BI: Permintaan Makin Kuat
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 20.45
BI Sudah Gelontorkan Insentif Rp 461,2 T untuk Dorong Kredit Perbankan
kumparan · 23 September 2026 pukul 19.21
Kredit Bank Tumbuh 13,65% Agustus 2026, BI Sebut Permintaan Naik!
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 16.45
BI Telah Guyur Likuditas Rp461,2 Triliun ke Bank
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.29