Jakarta · Kamis, 24 September 2026Cari
WargaKonoha

BI Optimalkan Kebijakan Nilai Tukar untuk Menjaga Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia (BI) menyiapkan strategi kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak geopolitik global. Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan bahwa intervensi valuta asing akan dioptimalkan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik. BI juga mengelola struktur suku bunga sejalin dengan kebijakan BI-Rate dan instrumen operasi moneter pro-market untuk mendukung stabilisasi nilai tukar.

Kebijakan moneter tidak hanya mengandalkan BI-Rate, tetapi juga insentif hedging cost melalui penyempalan Swap Jual Lindung Nilai dan DNDF ke portfolio inflows, pinjaman luar negeri bank, serta foreign direct investment. Perbedaan laporan menunjukkan bahwa JawaPos melaporkan peningkatan premi Swap Beli Lindung Nilai dari 12,5% menjadi 15% (3 bulan), 20% (6 bulan), hingga 25% (12 bulan), serta penyesuaian premi untuk instrumen DNDF Lindung Nilai dan LCT dengan negara mitra. Sementara itu, ANTARA News menyebut rupiah menguat 55 basis point menjadi Rp17.805 per dolar AS pada Agustus-September 2026, meski mengalami tekanan akibat ketidakpastian global.

Koordinasi dengan pemerintah untuk memperkuat sektor ekspor komoditas unggulan juga menjadi fokus dalam kebijakan ini.

Menurut tiap media