Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Dibayangi Gejolak Global, Bank Indonesia Rilis Jurus Baru Jaga Nilai Tukar

Bank Indonesia (BI) menyiapkan strategi kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak geopolitik global. Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan bahwa intervensi valuta asing akan dioptimalkan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik. Selain itu, BI juga mengelola struktur suku bunga sejalan dengan kebijakan BI-Rate dan instrumen operasi moneter pro-market untuk mendukung stabilisasi nilai tukar.

Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan nilai tukar, BI memperluas insentif bagi instrumen Swap Beli Lindung Nilai konvensional. Premi untuk transaksi portfolio inflows, pinjaman luar negeri bank, dan foreign direct investment (FDI) dinaikkan dari 12,5% menjadi 15% (3 bulan), 20% (6 bulan), hingga 25% (12 bulan). Insentif serupa juga diberikan untuk instrumen DNDF Lindung Nilai, dengan pengurangan premi dari 15% menjadi 25% (6 bulan) dan 30% (12 bulan).

BI juga melanjutkan insentif untuk transaksi Local Currency Transaction (LCT) dengan negara mitra, termasuk penambahan premi Swap Jual Lindung Nilai sebesar 10% dan pengurangan premi DNDF Jual Lindung Nilai sebesar 10%. Strategi ini bertujuan untuk mendukung likuiditas rupiah dan mengurangi volatilitas nilai tukar akibat tekanan eksternal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait