Gubernur BI: Kami akan "all out" jaga stabilitas nilai tukar rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan keberlanjutan kebijakan 'all out' untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan moneter tidak hanya mengandalkan BI-Rate, tetapi juga insentif hedging cost melalui penyempalan Swap Jual Lindung Nilai dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) ke portfolio inflows, pinjaman luar negeri bank, serta foreign direct investment. Rupiah menguat 55 basis point menjadi Rp17.805 per dolar AS pada Agustus-September 2026, meski mengalami tekanan akibat ketidakpastian global. Koordinasi dengan pemerintah untuk memperkuat sektor ekspor komoditas unggulan juga menjadi fokus.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.32
Rupiah Dibayangi Gejolak Global, Bank Indonesia Rilis Jurus Baru Jaga Nilai Tukar
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.50
Cadangan Devisa Indonesia Naik ke US$ 146,5 Miliar
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.10
BI Ungkap 3 Biang Kerok Nilai Tukar Rupiah Melemah
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 12.50
Nilai Tukar Rupiah Tertekan, BI Siapkan Jurus Intervensi
Berita terkait
BI terus perkuat transaksi mata uang lokal jaga stabilitas rupiah
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 16.11
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.763 per Dolar AS Tertekan Kenaikan Inflasi Agustus
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 16.02
Destry soroti tantangan ekspor di tengah CAD melebar pada kuartal II
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 15.34
Calon Gubernur BI Sebut Rupiah Harusnya Lebih Kuat dari Rp17.700/US$
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 14.30