Biaya Produksi Tahu Tempe Naik, Ukuran Produk Mengecil dan Margin Tipis
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Perajin tahu dan tempe di Indonesia mengecilkan ukuran produk akibat kenaikan biaya produksi, terutama kedelai yang naik dari Rp9.500/kg ke Rp11.600-12.000/kg (Detik) atau Rp9.500-Rp12.000/kg (CNN). Selain kedelai, kenaikan biaya lain meliputi BBM, plastik kemasan (Rp20.000-Rp45.000/kg menurut CNN), minyak goreng, dan kurs dolar AS (Rp14.500-Rp18.000 menurut CNN). Untuk menjaga daya beli konsumen, para perajin menjual tempe 250 gram dan tahu 500 gram tetap dengan harga Rp5.000 (CNN), meski margin keuntungan semakin tipis. Akibat tekanan biaya yang semakin berat, banyak perajin yang mengurangi atau bahkan menghentikan produksi. Tekanan ini lebih terasa pada 2026 dibanding 2022 (Detik), memaksa sebagian besar pedagang berpotensi berhenti produksi, kecuali mereka yang memiliki modal cukup dan mampu bertahan hingga harga kedelai mencapai Rp15.000/kg (CNN). Pemerintah telah menyalurkan subsidi kedelai senilai Rp500 miliar untuk 250 ribu ton, namun dampaknya belum signifikan karena syarat pelaksanaannya belum terpenuhi, seperti harga kedelai yang harus mencapai Rp12.500-Rp13.000/kg (CNN).
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Harga Tahu dan Tempe Tak Naik, tapi Ukuran Mengecil
4 Oktober 2026 pukul 07.29 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Biaya Produksi Naik, Pedagang Terpaksa Perkecil Ukuran Tahu Tempe
4 Oktober 2026 pukul 12.40 · Baca aslinya ↗