Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

Bitcoin Melepas Crypto Winter, Tembus US$87.200 dengan Dukungan ETF dan Dana Institusional

Harga Bitcoin melonjak hingga US$86.349,90 pada Senin (21/9/2026), naik sekitar 5,8% dalam sehari dan lebih dari 34% dalam tiga bulan terakhir, mencatat tertinggi sejak akhir Januari 2026. Lonjakan ini memicu spekulasi bahwa "crypto winter" yang berkepanjangan mungkin telah berakhir. Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, menyatakan keyakinannya bahwa pasar kripto kini memasuki masa "crypto spring" dan berpotensi memasuki periode bullish terpanjang dalam sejarah. Ia menilai kenaikan ini didorong oleh fundamental industri yang semakin kuat, seperti peningkatan transaksi blockchain dan keterlibatan perusahaan keuangan besar seperti BlackRock, yang sebelumnya tidak sepenuhnya tercerminkan dalam harga.

Beberapa sumber melaporkan harga tertinggi Bitcoin berbeda: CNBC Indonesia mencatat US$86.349,90, sementara Warta Ekonomi dan Detik.com melaporkan pencapaian di atas US$87.000, dengan JPNN.com menyebutkan level tertinggi sejak beberapa bulan di angka USD87.200. Setelah mencapai puncak, harga turun ke kisaran US$85.000-US$86.000 pada Selasa (22/9/2026).

Penguatan ini didorong oleh tiga faktor utama: masuknya dana institusional melalui ETF Bitcoin spot AS yang mencatat net inflow US$1,591 miliar pada 17-21 September, membaiknya sentimen pasar aset digital, dan perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat. Perusahaan Strategy juga membeli 950 BTC senilai US$75,7 juta, meningkatkan total kepemilikannya hingga sekitar 846.000 BTC atau setara US$63,8 miliar. Chief Marketing Officer INDODAX Aloysia Dian menyarankan investor tetap melakukan riset mandiri dan mengelola risiko.

Menurut tiap media