Bitcoin Tembus US$ 87.000, Ini Sederet Pemicunya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga Bitcoin (BTC) mencapai level tertinggi sepanjang waktu di atas US$ 87.000 pada perdagangan awal pekan, sebelum turun ke kisaran US$ 85.000-US$ 86.000. Penguatan ini didorong oleh tiga faktor utama: masuknya dana institusional melalui ETF Bitcoin spot AS yang mencatat net inflow US$ 1,591 miliar pada 17-21 September, membaiknya sentimen pasar aset digital, dan dukungan regulasi dari SEC AS yang membuka ruang bagi perdagangan saham tertokenisasi. Selain itu, perusahaan Strategy membeli 950 BTC senilai US$ 75,7 juta, meningkatkan total kepemilikannya hingga 846.000 BTC atau US$ 63,8 miliar. Di sisi lain, penurunan harga minyak global juga meringankan tekanan inflasi dan memperkuat selera risiko pasar terhadap aset berisiko seperti Bitcoin. Meski momentum ini menjanjikan, CMO INDODAX Aloysia Dian menyarankan investor tetap melakukan riset mandiri, mengelola risiko, dan tidak terburu-buru mengikuti tren harga akibat FOMO.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 22.38
Bitcoin Sentuh USD87.000, Sentimen Pasar Kripto Kian Optimistis
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 20.55
Bitcoin Sentuh US$87.200, INDODAX Sebut Sentimen Pasar Kripto Makin Optimistis
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 11.00
Crypto Winter Tamat? Bitcoin Meledak 34%, Tembus US$ 86.000
Berita terkait
Bitcoin tertahan di 78.000 dolar, pasar menanti arus ETF dan The Fed
ANTARA News · 6 September 2026 pukul 02.00
Harga Bitcoin Tembus Level Psikologis, Investor Waspada Volatilitas
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 13.50
Bitcoin Terbang ke Level US$ 80.000, Ini Penyebabnya
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 08.30
Bitcoin Sentuh USD80.000, Investor Diingatkan Tetap Perhatikan Dinamika Pasar
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 20.39