Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BRI jaga pertumbuhan kredit dengan kehati-hatian dan pengelolaan risiko disiplin

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menjaga momentum pertumbuhan kredit dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang disiplin. Direktur Manajemen Risiko BRI, Ety Yuniarti, menyatakan bahwa prinsip kehati-hatian menjadi fondasi dalam setiap keputusan penyaluran kredit guna memastikan ekspansi bisnis berjalan secara sehat, berkualitas, dan berkelanjutan. BRI menerapkan proses underwriting yang ketat, pemantauan kualitas kredit secara berkala, serta sistem early warning untuk mendeteksi risiko sejak dini. Bank ini tetap memiliki appetite untuk tumbuh dan menyalurkan kredit ke sektor produktif, namun dengan pendekatan yang selektif dan terukur, sambil mempertimbangkan profil risiko debitur, prospek usaha, dan kemampuan membayar.

Sebagai bank yang fokus pada pemberdayaan UMKM, BRI menilai pertumbuhan kredit tidak hanya dari besarnya penyaluran, tetapi juga dari kualitas kredit yang dihasilkan. Setiap proses penyaluran kredit dilakukan dengan memperhatikan karakteristik risiko nasabah, sektor, dan industri yang dibiayai. BRI juga secara konsisten menyempurnakan kebijakan perkreditan dan mekanisme monitoring portofolio agar tetap responsif terhadap dinamika ekonomi.

Rangkuman ANTARA News melaporkan bahwa rasio NPL BRI turun dari 3,07% pada akhir Desember 2025 menjadi 3,01% pada Maret 2026, sementara rasio LaR menurun dari 11,13% pada Maret 2025 menjadi 9,67% pada Maret 2026, atau turun 145 basis poin. BRI juga menjaga kecukupan pencadangan dengan rasio NPL Coverage sebesar 179,45% dan rasio LaR Coverage sebesar 55,75%. Liputan6.com tidak menyertakan data angka spesifik terkait rasio NPL, LaR, atau pencadaran, sehingga perbedaan informasi ini tidak dapat diverifikasi dari sumber kedua.

Menurut tiap media