BTN Salurkan Kredit Program Perumahan Rp7,4 Triliun
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
PT Bank Tabungan Negara (BTN) telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) secara kumulatif sebesar Rp7,4 triliun. Jumlah tersebut terbagi menjadi KPP Supply sebesar Rp5,4 triliun untuk developer, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan dengan plafon maksimal Rp5 miliar, serta KPP Demand sebesar Rp2,0 triliun untuk UMKM perorangan dengan plafon hingga Rp500 juta guna membeli, membangun, atau merenovasi rumah.
Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, tercatat 353 peminatan dengan total plafon Rp424,944 miliar. Rinciannya terdiri dari 57 peminatan KPP Supply senilai Rp288,970 miliar dan 296 peminatan KPP Demand senilai Rp135,974 miliar. Program ini bertujuan memperluas akses pembiayaan sektor perumahan, mendukung pelaku usaha naik kelas, serta memberdayakan ekonomi rakyat.
Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan apresiasi atas implementasi KPP yang mendapat respons positif. Sebagai tindak lanjut, kuota program ini dinaikkan dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun. Direktur Corporate Banking BTN, Helmy Afrisa, menambahkan bahwa KPP berperan strategis dalam menjangkau sisi penyediaan hunian sekaligus kebutuhan masyarakat produktif.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JawaPos
Dukung Pembiayaan Ekosistem Perumahan, Menteri PKP Apresiasi BTN Telah Salurkan KPP Rp7,4 Triliun
11 September 2026 pukul 20.45 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Penyaluran Kredit Program Perumahan Tembus Rp7,4 Triliun
12 September 2026 pukul 15.09 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas, BTN Salurkan KPP Senilai Rp7,4 Triliun
12 September 2026 pukul 20.42 · Baca aslinya ↗