Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

CALD Conference 2026 di Yogyakarta Soroti Tahanan Demokrasi dan Harmoni Budaya

Pada CALD Conference 2026 di Yogyakarta, puluhan delegasi Asia bertemu dalam dua acara terkait tahanan demokrasi dan kebudayaan. Di sebuah forum, Kepala Badan Riset PDI Perjuangan Andi Widjajanto menyatakan bahwa demokrasi di Indonesia tengah merosot bukan melalui kudeta militer, tetapi melalui 'autocratic legalism'—penggunaan hukum formal untuk melemahkan demokrasi. Ia menyebutkan tiga langkah konkret: revisi UU KPK pada 2019, putusan Mahkamah Konstitusi terkait pencalonan presiden 2023, dan revisi UU Militer pada 2025. Menurutnya, hukum tidak lagi menjadi pembatas, tetapi alat kekuasaan. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menambahkan bahwa kemunduran demokrasi juga disebabkan oleh kegagalan partai politik untuk menjadi penjaga utama demokrasi, dan ia menyampaikan rasa sedih atas realitas ini. Di acara terpisah, Hasto menyambut delegasi Asia dengan Welcome Dinner di Pendopo Desa Budaya Gadingan, Yogyakarta—tempat kelahirannya pada 1966. Ia menjelaskan bahwa kunjungan ke desanya tidak hanya memperkenalkan kebudayaan Nusantara, tetapi juga mengajarkan bagaimana seni dan tradisi, seperti gamelan yang dimainkan warga setempat, dapat menjaga demokrasi dari tekanan otoritarianisme. Hasto mengaitkan pandangannya dengan Trisakti Bung Karno, di mana budaya menjadi fondasi untuk menjaga jati diri bangsa dan memperkuat ketahanan demokrasi. Acara ini dihadiri oleh tokoh nasional dan internasional, termasuk Moritz Kleine-Brockhoff dari Friedrich Naumann Foundation yang menyatakan bahwa PDI Perjuangan adalah satu-satunya partai toleransi dan demokrasi yang tersisa di Indonesia.

Menurut tiap media