Hasto ajak Delegasi Asia ke Kampungnya, Resapi Gamelan sebagai Harmoni Demokrasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Puluhan delegasi dari berbagai negara Asia yang mengikuti CALD Conference on Democratic Resilience in Southeast and East Asia di Yogyakarta disambut dengan Welcome Dinner di Pendopo Desa Budaya Gadingan, Yogyakarta, Jumat (4/9) malam. Acara berlangsung sederhana di pendopo terbuka tanpa pendingin udara, yang juga merupakan tempat kelahiran Sekretaris Jenderat PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto pada 1966. Hasto menjelaskan bahwa kunjungan ke desanya bukan sekadar memperkenalkan kebudayaan Nusantara, tetapi juga mengajarkan bagaimana seni dan tradisi dapat menjaga demokrasi dari tekanan otoritarianisme. Menurutnya, gamelan yang dimainkan warga Desa Gadingan menjadi simbol bagaimana keberagaman dapat bersatu tanpa pertentangan, sekaligupun sebagai musik yang paling demokratis di dunia. Hasto juga mengaitkan pandangannya dengan Trisakti Bung Karno, di mana budaya menjadi fondasi penting untuk menjaga jati diri bangsa dan memperkuat ketahanan demokrasi. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional dan internasional, termasuk Moritz Kleine-Brockhoff dari Friedrich Naumann Foundation yang tersentuh oleh pertunjukan seni dan menyatakan bahwa PDI Perjuangan adalah satu-satunya partai toleransi dan demokrasi yang tersisa di Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 4 September 2026 pukul 16.09
Sekjen PDIP Tawarkan 5 Agenda Strategis di Tengah Sorotan Kemunduran Demokrasi
Berita terkait
Hadiri Forum CALD, Hasto hingga Andi Widjajanto Bahas Tantangan Demokrasi
kumparan · 4 September 2026 pukul 17.44
Hasto Ungkap 5 Agenda Strategis PDIP untuk Perkuat Demokrasi RI di Forum Asia
kumparan · 4 September 2026 pukul 17.20
Sekjen PDIP Respons Ucapan Budi Arie soal Pemilu 2029 Dipercepat
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 17.35
Hanura Minta RUU Pemilu Jangan Diputuskan di Menit Akhir
VOI · 4 September 2026 pukul 23.00