Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

CEO OpenAI dan Miliarder Muda Eropa: Kuliah vs Startup di Era AI

CEO OpenAI, Sam Altman, menyatakan bahwa kuliah empat tahun mungkin terlalu lama. Berdasarkan pengalamannya, ia meninggalkan Stanford setelah dua tahun untuk mendirikan aplikasi berbagi lokasi Loopt. Altman menghargai pengalaman kuliah untuk jaringan dan kemandirian, namun meragukan manfaat tambahan dua tahun lagi. Ia berpendapat bahwa cara belajar dan bekerja telah berubah, sehingga durasi kuliah perlu dipertanyakan. Altman mendorong calon pendiri startup untuk fokus membangun produk daripada membangun kredibilitas. Dengan kebangkitan AI, seseorang dapat memulai perusahaan dengan sumber daya yang jauh lebih sedikit tanpa tim besar. Pandangan ini sejalan dengan mantan mentornya, Peter Thiel, yang mendanai program beasiswa bagi anak muda untuk mengerjakan proyek ketimbang kuliah konvensional.

James Dacombe (25 tahun) menjadi miliarder termuda di Eropa setelah pendanaan besar untuk dua startup teknologi: Olix (produsen chip AI) dan CoMind (startup monitor otak). Olix mendapat dana US$ 312 juta pada Agustus 2026, meningkatkan valuasi ke US$ 3,3 miliar. Dacombe memiliki 30% saham Olix dan 12% CoMind yang meraup US$ 102,5 juta. Sebelumnya, ia putus sekolah pada usia 17 tahun dan mendapat Beasiswa Thiel sebesar US$ 250.000 untuk membangun CoMind sejak 2017. Ia adalah salah satu 11 miliarder di dunia di bawah 30 tahun dan satu-satunya di Eropa yang bukan Amerika Serikat. AI menjadi sektor pencipta miliarder termuda dengan investor menaruh lebih dari US$ 200 miliar pada 2026.

Perbedaan pendekatan terlihat jelas: Altman menyarankan agar pengusaha muda tidak terlalu memusingkan pendapat orang lain dan mengeksplorasi beberapa ide di awal karier. Setelah menemukan proyek yang paling diyakini, komitmen penuh menjadi kunci. Altman menekankan pentingnya membangun sesuatu secara nyata untuk mendapatkan kesuksesan di era AI. Dacombe justru telah membuktikan kesuksesan nyata dengan dua startup yang masing-masing meraup pendanaan ratusan juta dolar, meskipun ia tidak menyelesaikan pendidikan formalnya.

Menurut tiap media