Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

China Lakukan Konsolidasi Perbankan dengan Menutup Ratusan Bank

China menutup lebih dari 670 bank sepanjang 2025, menandai penutupan terbanyak dalam sejarah. Penutupan ini sebagian besar terjadi di wilayah pedesaan, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap bank-bank kecil. Dengan penutupan ini, jumlah entitas perbankan di China turun menjadi 3.139 bank, atau 23% dalam empat tahun terakhir. Konsolidasi perbankan dilakukan untuk menyederhanakan regulasi dan mengurangi risiko likuiditas pada institusi kecil. Suku bunga rendah dan deflasi yang masih berlangsung, bersama perlambatan sektor properti, telah menekan keuntukan perbankan, terutama pada bank kecil di wilayah pedesaan dan kota-kota kecil. Bank-bank pedesaan dan regional yang beroperasi di wilayah kurang berkembang masih dianggap sebagai bagian terlemah sistem perbankan nasional, dengan kualitas aset buruk, permodalan rendah, dan tata kelola yang lemah. Data Fitch Ratings menunjukkan penurunan Return on Assets (ROA) bank pedesaan menjadi 0,45% dan kenaikan rasio kredit bermasalah (NPL) mencapai 2,8%, jauh di atas rata-rata sektor perbankan sebesar 1,5%. Meskipun demikian, risiko penularan sistemik dinilai rendah karena operasional bank tersebut bersifat lokal. Kondisi ini terjadi saat PDB China tumbuh melambat menjadi 4,3% pada kuartal II 2026.

Menurut tiap media