China Tutup Ratusan Bank, Ada Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China menutup lebih dari 670 bank sepanjang 2025, menandai penutupan terbanyak dalam sejarah. Penutupan ini sebagian besar terjadi di wilayah pedesaan, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap bank-bank kecil. Dengan penutupan ini, jumlah entitas perbankan di China turun menjadi 3.139 bank, atau 23% dalam empat tahun terakhir.
Laporan Financial Times mengutip National Financial Regulatory Administration (NFRA) China, menyatakan bahwa konsolidasi perbankan dilakukan untuk menyederhanakan regulasi dan mengurangi risiko likuiditas pada institusi kecil. Suku bunga rendah dan deflasi yang masih berlangsung, bersama perlambatan sektor properti, telah menekan keuntikan perbankan, terutama pada bank kecil di wilayah pedesaan dan kota-kota kecil.
Menurut Jason Bedford dari National University of Singapore, skala konsolidasi yang terjadi saat ini belum pernah terlihat sebelumnya. Bank-bank pedesaan dan regional yang beroperasi di wilayah kurang berkembang masih dianggap sebagai bagian terlemah sistem perbankan nasional, dengan kualitas aset buruk, permodalan rendah, dan tata kelola yang lemah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 4 Oktober 2026 pukul 14.09
China Garap Hainan Jadi Pusat Dagang Baru, Nilainya Rp2.000 Triliun
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 12.02
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Ini 5 Prioritas Utamanya
Berita terkait
Selamatkan Ekonomi, China Bakal Suntik Dana Darurat Rp936 Triliun ke Bank dan BUMN asuransi
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 18.29
OJK Catat Kredit Bank Tumbuh 13,65%, DPK Naik 10,94%
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 17.41
Perbankan RI Hadapi Tantangan Berat, OJK Keluarkan Roadmap 2026-2030
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 17.17
Breaking! China Setop Keran Ekspor BBM
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 17.22