China Percepat Robotisasi di Sektor Manufaktur, BYD dan PaXini Kembangkan AI Berwujud
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
China mengakselerasi revolusi robotisasi di sektor manufaktur dengan lebih dari dua juta robot industri yang telah beroperasi di pabrik-pabriknya, menjadikannya negara dengan jumlah terbanyak di dunia. Langkah ini mendukung ambisi Presiden Xi Jinping untuk menguasai inovasi global melalui investasi senilai US$20 miliar, bertujuan mengatasi penurunan tenaga kerja akibat penuaan penduduk dan proyeksi kehilangan 60 jari-juta pekerja dalam satu dekade ke depan. Di pabrik-pabrik seperti CRP Technology di Chengdu, robot dan manusia bekerja berdampingan, sementara generasi muda dilatih di institusi seperti Institut Teknik Hangzhou untuk menguasai AI dan robotika. Transisi cepat ini menimbulkan ketidakpastian bagi 120 jari-juta pekerja sektor manufaktur yang berisiko kehilangan pekerjaan. Meskipun China unggul dalam produksi komponen robot, AS masih mendominasi pengembangan AI untuk pemrograman robot.
BYD dan PaXini Tech, perusahaan rintisan robotik asal Shenzhen, menandatangani perjanjian kerja sama strategis pada 25 Agustus 2026 di kantor pusat global BYD di Shenzhen. Perjanjian ini memberikan PaXini akses ke jaringan manufaktur otomotif terbesar dan paling kompleks di dunia milik BYD, termasuk proses produksi kendaraan dan komponen, lingkungan pabrik, serta sumber daya rantai pasok. Data operasional yang dihasilkan dari penggunaan robot di pabrik BYD akan digunakan untuk melatih dan menyempurnakan model AI berwujud milik PaXini, khususnya untuk meningkatkan kemampuan generalisasi dan pengambilan keputusan robot agar dapat bekerja efektif selama delapan jam penuh, bukan sekadar demonstrasi terbatas di laboratorium. PaXini akan menyumbangkan teknologi sensor taktil berpresisi tinggi, persepsi multidimensi, dan pengumpulan data multimodal yang dibutuhkan untuk tugas presisi seperti perakitan kabel kendaraan dan pengaplikasian perekat dengan toleransi yang sangat sempit.
Humanoid Tora-One yang dikembangkan PaXini telah digunakan di pabrik Qiantang milik Geely Auto untuk perakitan fleksibel, dengan klaim operasional delapan jam tanpa gangguan dan tingkat keberhasilan tugas 99,8 persen, meskipun belum diverifikasi secara independen. PaXini juga mengelola fasilitas pengumpulan data AI berwujud seluas sekitar 12.000 meter persegi di Tianjin. Hubungan antara BYD dan PaXini semakin erat sejak investasi strategis BYD pada April 2025, menyusul investasi serupa pada AgiBot. Meskipun keduanya menekankan potensi AI berwujud, Detik.com melaporkan tantangan ekonomi seperti krisis properti dan utang pemerintah daerah yang masih menghambat pertumbuhan, sementara dampak sosial otomatisasi belum sepenuhnya terukur.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Di Balik Ambisi China Pekerjakan Jutaan Robot di Pabrik
31 Agustus 2026 pukul 10.53 · Baca aslinya ↗
JawaPos
BYD Pererat Kerja Sama dengan PaXini, Perburuan AI Berwujud Masuk Jalur Produksi
2 September 2026 pukul 07.00 · Baca aslinya ↗