Dampak Gempa Flores: Puluhan Keluarga di Kepulauan Selayar Bertahan di Perbukitan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Kepulauan Selayar masih bertahan di pengungsian perbukitan akibat trauma gempa bumi masa lalu berkekuatan magnitudo 7,4 pada Desember 2021. Terkait peristiwa gempa terbaru, satu laporan mencatatnya sebagai gempa Flores Agustus 2026, sedangkan laporan lain menyebut gempa magnitudo 7 yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur.
Terdapat rincian bahwa pengungsian awalnya mencakup 278 KK di Pasimarannu dan 130 KK di Pasilambena. Sebagian warga Pasilambena telah kembali, sementara sekitar 20 persen atau 50 KK di Pasimarannu masih bertahan di bukit. Mengenai motif bertahan, satu sumber menyebut warga menunggu pembangunan infrastruktur pengungsian yang lebih aman, sedangkan sumber lain menyatakan warga pulang beraktivitas pada siang hari dan kembali ke bukit saat sore hari karena khawatir gempa susulan.
Kerusakan tercatat di Pasilambena meliputi 13 rumah (sembilan rusak ringan, empat sedang) serta beberapa perahu nelayan akibat hempasan air laut, tanpa laporan korban jiwa atau rumah ambruk. BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar membutuhkan perjalanan laut 12 jam untuk menjangkau lokasi terdampak.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JPNN.com
Dampak Gempa Flores 2026, Masih Banyak Warga Bertahan di Perbukitan
17 Agustus 2026 pukul 07.01 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Trauma Gempa NTT, 50 Keluarga di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian
17 Agustus 2026 pukul 13.26 · Baca aslinya ↗