Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dampak Gempa Flores: Puluhan Keluarga di Kepulauan Selayar Bertahan di Perbukitan

Sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Kepulauan Selayar masih bertahan di pengungsian perbukitan akibat trauma gempa bumi masa lalu berkekuatan magnitudo 7,4 pada Desember 2021. Terkait peristiwa gempa terbaru, satu laporan mencatatnya sebagai gempa Flores Agustus 2026, sedangkan laporan lain menyebut gempa magnitudo 7 yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur.

Terdapat rincian bahwa pengungsian awalnya mencakup 278 KK di Pasimarannu dan 130 KK di Pasilambena. Sebagian warga Pasilambena telah kembali, sementara sekitar 20 persen atau 50 KK di Pasimarannu masih bertahan di bukit. Mengenai motif bertahan, satu sumber menyebut warga menunggu pembangunan infrastruktur pengungsian yang lebih aman, sedangkan sumber lain menyatakan warga pulang beraktivitas pada siang hari dan kembali ke bukit saat sore hari karena khawatir gempa susulan.

Kerusakan tercatat di Pasilambena meliputi 13 rumah (sembilan rusak ringan, empat sedang) serta beberapa perahu nelayan akibat hempasan air laut, tanpa laporan korban jiwa atau rumah ambruk. BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar membutuhkan perjalanan laut 12 jam untuk menjangkau lokasi terdampak.

Menurut tiap media