Jakarta · Kamis, 24 September 2026Cari
WargaKonoha

Donald Trump Mengganti Nama AI Menjadi Super Intelligence

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan instansi pemerintah untuk mengganti istilah 'artificial intelligence' (AI) menjadi 'super intelligence' (SI). Keputusan diumumkan di Sidang Umum PBB dengan alasan kata 'artificial' atau 'buatan' terkesan tidak elegan, sementara teknologi dinilai sudah melampaui manusia. Trump melakukan polling di media sosial sebelum memilih 'super intelligence' dari tiga opsi: Superior Intelligence, Extreme Intelligence, dan Supreme Intelligence. Namun, tidak disebutkan alasan atau tujuan strategis di balik perubahan tersebut. Para ahli menyoroti bahwa istilah 'super intelligence' sudah memiliki makna teknis khusus, sebagaimana digambarkan oleh Nick Bostrom dalam bukunya 2014, yang merujuk pada sistem jauh melampaui kemampuan manusia. Penggunaan istilah ini untuk menggambarkan AI saat ini dapat menimbulkan kebingungan karena teknologi belum mencapai tingkat tersebut.

Menurut tiap media