Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

Donald Trump Ubah Nama AI Jadi Super Intelligence

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perubahan nama artificial intelligence (AI) menjadi super intelligence (SI) dalam pidatonya di depan Majelis Umum Persatuan Bangsa-bangsa. Trump menyatakan tidak ingin menggunakan istilah 'artificial' atau 'buatan' karena menganggapnya membuat teknologi terdengar tidak nyata. Ia menambahkan bahwa semua dokumen pemerintah AS dan potensial global akan diperbarui untuk menggunakan istilah 'super' sebagai pengganti 'buatan'.

Sebelum pengumuman resmi, Trump melakukan polling di media sosial termasuk platform Truth Social dan X, menawarkan tiga opsi: Superior Intelligence, Extreme Intelligence, dan Supreme Intelligence. Setelah beberapa putaran pemungutan suara, 'super intelligence' terpilih sebagai pemenang. Namun, Trump tidak merinci alasan atau tujuan strategis di balik perubahan istilah ini.

Para ahli menyoroti bahwa istilah 'super intelligence' sudah memiliki makna teknis yang spesifik, sebagaimana digambarkan oleh filsuf Nick Bostrom dalam buku tahun 2014. Menurut Bostrom, kecerdasan super merujuk pada sistem yang jauh melampaui kemampuan manusia, yang masih bersifat teoretis. Beberapa pakar mencurigai bahwa penggunaan istilah ini untuk menggambarkan AI saat ini dapat menimbulkan kebingungan, karena teknologi yang ada belum mencapai tingkat tersebut.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait